• About
  • Contact
  • Advertise
  • Privacy Policy
Kabar Terbaru dari Dunia Teknologi dan Startup Indonesia
  • Startup
  • Market
  • investor
  • Kripto
  • Gadget
  • Fintech
  • Kebijakan
  • E-sport
  • Opini
No Result
View All Result
  • Startup
  • Market
  • investor
  • Kripto
  • Gadget
  • Fintech
  • Kebijakan
  • E-sport
  • Opini
No Result
View All Result
Kabar Terbaru dari Dunia Teknologi dan Startup Indonesia
No Result
View All Result
Home Startup

Saingi Tokopedia dan Gojek, DANA Sediakan Fitur Investasi Emas

Sabtu - 8 Agustus, 2020
0 0
Saingi Tokopedia dan Gojek, DANA Sediakan Fitur Investasi Emas

Fitur DANA eMas | Gambar: berempat.com

Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan fintech DANA baru saja meluncurkan fitur investasi emas mereka yang diberi nama DANA eMAS. DANA akan bersaing denganTokopedia, Gojek, dan Bukalapak yang lebih dulu memiliki fitur serupa. DANA turut menggandeng startup Pluang untuk menyediakan layanan investasi emas tersebut. Pengguna dapat membeli emas minimal 0,01gram dengan harga Rp 10 ribu.

“Selain melakukan jual dan beli, pengguna DANA bisa membeli emas dengan memanfaatkan program cicilan selama tiga sampai 24 bulan,” kata Vincent Iswara selaku CEO dan Co-Founder DANA melalui sebuah siaran pers, Jumat (7/8).

ArtikelTerkait

Dua Startup Karya Anak Bangsa, Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Akan Merger

Gojek Investasi di Bank Jago, Akuisisi 22 Persen Saham

Tokopedia Percepat Go Public di Tengah Kabar Merger dengan Bridgetown

Vincent mengatakan, pada masa pandemi ini masyarakat mulai mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan tak sedikit yang memilih berinvestasi jangka panjang dengan membeli emas. Hal ini dapat terlihat jelas seiring harga emas yang terus naik.

Adapun fitur ini hanya bisa digunakan oleh pengguna akun DANA premium. Untuk bisa mengubah status akun menjadi premium di aplikasi DANA, pengguna hanya perlu mengungah Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan mengambil selfie. Setelah akun menjadi premium, pengguna bisa menekan tombol fitur DANA eMAS untuk mulai berinvestasi emas.

Vincent juga menjamin keamanan transaksi karena Pluang berada di bawah PT PG Berjangka yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sedangkan emas nasabah akan disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

“Dengan begitu, semua transaksi yang terjadi tidak hanya tercatat dalam aplikasi, tapi juga Bappebti. Fisik emas yang disimpan, dijamin oleh KBI,” jelas Vincent.

Sebelumnya, Co-Founder Pluang Claudia Kolonas optimis investasi emas bakal semakin diminati masyarakat terutama saat pandemi Covid-19.

“Sepertinya nasabah mencari investasi yang lebih stabil dan aman dibandingkan pasar saham,” ujar Claudia bulan lalu (8/7).

“Emas itu investasi yang baik, ketika ada ketidakpastian ekonomi. Ini masih tepat waktunya untuk meningkatkan investasi emas,” tambahnya.

Selain DANA, Pluang sudah hadir lebih dulu di layanan GoInvestasi milik Gojek sejak Juni 2020. Melalui fitur tersebut, pengguna Gojek dapat membeli emas minimal 0,01 gram. Pada September tahun lalu, Bukalapak juga berkolaborasi dengan Pluang dalam fitur Cicil Emas sebagai bagian dari pengembangan fitur BukaEmas.

Sedangkan Tokopedia memiliki layanan serupa bernama Tokopedia Emas. Vira Widiyasari selaku VP of Fintech and Payment Tokopedia mengatakan, transaksi emas di platformnya tumbuh 30 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) per Juni.

Sedangkan hanya pada kuartal II, peningkatannya 3,5 kali lipat. Vira menilai, peningkatan transaksi emas di platform karena logam mulia dinilai sebagai portofolio investasi yang aman.

“Selain itu mudah dimengerti (investasinya) dan harga yang cenderung terus meningkat bahkan di tengah pandemi,” pungkas Vira.

(Indonesiatech)

Tags: DANAGojekPluangTokopedia
Next Post
Meski di Tengah Krisis Pandemi, Airbnb Alami Kenaikan Permintaan

Meski di Tengah Krisis Pandemi, Airbnb Alami Kenaikan Permintaan

Instagram Feed

  • 10 Tren Teknologi Startup Versi Menristek Menteri Riset dan Teknologi Menristek Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN Bambang PS Brodjonegoro memprediksikan akan ada 10 tren teknologi yang akan berkembang saat periode kenormalan baru new normal mendatang Bambang menyampaikan sepuluh tren teknologi tersebut akan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi perusahaan rintusan atau startup Indonesia Selengkapnya kunjungi indonesiatech id https bit ly 2zB2bGd startupteknologi menristek
  • Indonesia Pasar Potensial untuk Investor P2P Lending Asing Jumlah pemberi pinjaman lender asing yang menyalurkan pinjaman melalui fintech peer to peer P2P lending pada bulan April 2020 tercatat mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan OJK jumlah rekening lender asing pada bulan April 2020 jumlahnya mencapai 3 837 rekening Tumbur Pardede Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia AFPI mengatakan bahwa kemudahan berinvestasi sebagai lender melalui platform P2P menjadi salah satu alasan pasar P2P lending Indonesia banyak dilirik lender asing Selengkapnya kunjungi indonesiatech id https bit ly 2zEUWgu indonesia investor p2plending fintech
  • YLKI Akses Data Kemendagri untuk Pinjaman Online Lewati Batas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri baru-baru ini membuka akses data kependudukan pada sejumlah perusahaan teknologi finansial fintech yang memiliki layanan pinjaman online Rio Priambodo Staf Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia YLKI menanggapi berita tersebut dan menyampaikan bahwa dibukanya akses data kependudukan dan catatan sipil dukcapil kepada perusahaan fintech merupakan sebuah langkah yang sudah melewati batas Selengkapnya kunjungi indonesiatech id https bit ly 2YHPAta ylki kemendagri pinjamanonline fintech
  • Kejora Ventures Prediksi Startup Fintech Indonesia Tumbuh Saat Pandemi Kejora Ventures merupakan perusahaan modal ventura venture capital asal Indonesia yang baru-baru ini memiliki anak perusahaan yaitu Orbit Fund Perusahaan baru ini merupakan bentuk kerjasama antara Kejora Ventures dan SBI Holdings perusahaan layanan finansial asal Jepang Richie Wirjan VP of Investment Kejora-SBI Orbit Fund diwawancarai CNBC Indonesia perihal peluang pertumbuhan startup di tengah pandemi Covid-19 Selengkapnya kunjungi indonesiatech id https bit ly 2Y6z1YI kejoraventures startup fintech orbitfund
  • Hadapi Krisis Softbank Keluarkan Rp 42 triliun untuk Buyback Saham Sejak awal Maret 2020 Softbank telah mengumumkan rencana perusahaan untuk membeli kembali buyback sahamnya sendiri senilai US 4 7 miliar atau setara Rp66 triliun pada Maret 2021 Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kembali harga saham setelah portofolio investasi Softbank mengalami penurunan valuasi Perusahaan yang melakukan buyback saham akan menggunakan dana yang dimiliki untuk berinvestasi membeli saham perusahaannya sendiri dari publik Jika jumlah kepemilikan saham publik dalam perusahaan makin kecil maka likuiditas perusahaan akan tetap terjaga Selengkapnya kunjungi indonesiatech id https bit ly 3d6naOA krisis softbank saham portofolio investasi
  • Pandemi Covid-19 Mandiri Capital Hindari Startup yang Bakar Uang Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi sekarang ini nampaknya tidak menghentikan para investor untuk menyuntikkan dana kepada perusahaan-perusahaan rintisan Seperti contohnya Gojek yang mendapat suntikan dana dari Google Facebook Paypal dan startup Hotel Kapsul Bobobox yang mendapat pendanaan dari Horizon Ventures dan Alpha JWC Wawancara yang dilakukan CNBC Indonesia dengan Eddi Danusaputro CEO Mandiri Capital Indonesia MCI membahas strategi pendanaan MCI di masa pandemi Edi menyatakan bahwa sebagai sebuah perusahaan modal ventura MCI harus memperhatikan time horizon utamanya untuk memperkirakan jangka waktu investasi MCI sendiri mengkategorikan perusahaannya sebagai long time investor Selengkapnya kunjungi indonesiatech id https bit ly 30JMd7F covid19 mandiri capital startup
No Result
View All Result

Twitter Timeline

Populer

  • Startup Mantab Akselerasi Teknologi Pedagang Kopi ‘Starling’

    Startup Mantab Akselerasi Teknologi Pedagang Kopi ‘Starling’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raih Pendanaan Seri A Rp141 Miliar, BukuKas Perluas Jangkauan Layanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat! Gopay dari Gojek Berstatus Unicorn

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Digitels Mampu Mengubah Hotel Biasa Menjadi Hotel Pintar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belift Green Beans Kenalkan Produk Biji Kopi Jawa ke San Francisco

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

  • Raih Pendanaan Seri A Rp141 Miliar, BukuKas Perluas Jangkauan Layanan
  • RUU PDP Masih Dibahas, Kominfo Panggil WhatsApp Terkait Aturan Privasi Baru
  • Terus Alami Pertumbuhan, Bukalapak Pertimbangkan IPO
  • Prediksi 5 Inovasi Fintech yang Akan Unggul Pada 2021
  • Kumpulkan Pendanaan Seri A, Nusantics Kembangkan Test Kit Corona
Indonesia Tech

© 2020 indonesiatech.id - All Rights Reserved

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Advertise
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Startup
  • Market
  • investor
  • Kripto
  • Gadget
  • Fintech
  • Kebijakan
  • E-sport
  • Opini

© 2020 indonesiatech.id - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In